Minggu, 27 Oktober 2013

MENINGKATKAN KESEHATAN TUBUH MELALUI DISIPLIN PRANAYAMA”





“MENINGKATKAN KESEHATAN TUBUH MELALUI DISIPLIN PRANAYAMA”

Oleh

Nama                     : Ni Luh Putu Juwita Dewi Novianti
NIM                       : 111 111 09
Semester              : IVA (pagi)
Jurusan                  : Pendidikan Agama Hindu

KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
2013



KATA PENGANTAR

Om Swastyastu

Puji syukur tak henti-hentinya penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Asung Wara Nugraha-Nyalah maka kami dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kami. Adapun tugas kami ini berbentuk makalah, makalah ini berjudul “MENINGKATKAN  KESEHATAN TUBUH MELALUI  DISIPLIN PRANAYAMA” telah dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa banyak sekali kekurangan yang ada dalam makalah ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya atas segala sumbangsih yang telah diberikan sehingga makalah ini dapat bermaanfaat nantinya maka kami selaku penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om


Mataram,     November 2012

Penulis






Daftar Isi

Halaman Judul .................................................................................................................... 1
Kata Pengantar .................................................................................................................. 2
Daftar Isi ............................................................................................................................ 3

BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang .................................................................................................. 4
1.2  Rumusan Masalah ............................................................................................. 5
1.3  Tujuan penulisan ................................................................................................ 5

BAB II Landasan Teori dan Konsep
2.1 Landasan Teori.................................................................................................. 6
2.2 Konsep............................................................................................................... 9

BAB III Pembahasan
3.1 Pranayama untuk kesehatan............................................................................. 10
3.2 Manfaat dan Pentingnnya Pranayama .............................................................. 11

Bab IV Penutup
4.1 Simpulan......................................................................................................... 13

Daftar Pustaka








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin maju saat ini, ditandai dengan mudahnya akses teknologi dan informasi. Segala macam kemudahan tersebut dapat dengan mudahnya di peroleh dan dengan harga yang sangat mudah dijangkau tidak hanya untuk masyarakat perkotaan tetapi juga sudah masuk dalam masyarakat pedesaan.
Meskipun demikian semua itu nampaknya hanya memuaskan indria manusia hanya untuk sementara waktu. Karena sifat manusia memanglah demikian adanya cepat menerima perubahan dan cepat pula mengalami kebosanan dan beralih pada hal lainnya.
Manusia memiliki kecenderungan yang entah dia sadari atau tidak takut pada sakit, mengalami ketuaan, serta takut pada kematian. Oleh karena itu manusia selama hidupnya selalu berupaya untuk menjaga kesehatan, karena dengan sehat maka setidaknya akan memperlambat diri menuju ketuaan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan Yoga.
Sejarah yoga terdapat dalam Yoga Sutra, yang ditulis oleh Maha Rsi Patanjali. Terkadang yoga disamakan dengan senam ataupun juga olahraga lain yang menggunakan teknik-teknik untuk membentuk tubuh sebagai mana yang diinginkan pemiliknya. Namun pernyataan tersebut sebenarnya sangat salah. Yoga berasal dari kata “Yuj” yang berarti hubungan atau menuju Tuhan (menghubungkan diri dengan Tuhan). Jadi, yoga merupakan salah satu jalan untuk memperoleh penyatuan dengan Tuhan melalui latihan yang sangat keras dan teratur, sehingga apa yang menjadi tujuan kita tercapai.
Dalam Hindu terdapat tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Astangga Yoga. Astangga Yoga artinya delapan tahapan-tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan yoga. Adapun bagian-bagian dari Astangga Yoga yaitu Yama (pengendalian), Nyama (peraturan-peraturan), Asana (sikap tubuh), Pranayama (latihan pernafasan), Pratyahara (menarik semua indriya kedalam), Dharana (telah memutuskan untuk memusatkan diri dengan Tuhan), Dhyana (mulai meditasi dan merenungkan diri serta nama Tuhan), dan Samadhi (telah mendekatkan diri, menyatu atau kesendirian yang sempurna atau merialisasikan diri).
Begitu banyak pilihan yang terdapat dalam Yoga sehingga seseorang dapat memilih tingkatan mana yang ia butuhkan atau yang cocok dia terapkan dalam kehidupannya.
Untuk dapat menjadi insani yang cantik luar dalam maka kita haruslah mempunyai tubuh yang sehat dan juga otak yang tidak kosong. Agar kita memiliki pengetahuan, maka kita haruslah belajar. Pada saat mempelajari sesuatu agar dapat memahami maka kita haruslah fokus sehingga pada saat merealisasikannya kita tidak keliru.
Salah satu cara agar dapat fokus terhadap suatu hal, maka kita dapat melalukan salah satu dari delapan tahapan yoga yaitu Pranayama. Pranayama adalah pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan prana (energi) keseluruh tubuh. Jika energi yang masuk kedalam tubuh kita bagus serta tubuh kita juga mampu menerimanya maka sudah dapat kita pastikan kita akan memiliki tubuh yang sehat.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas maka masalah yang dapat dirumuskan yaitu :

1.2.1. Apakah melakukan pranayama dengan disiplin dapat meningkatkan                   kesehatan ?

1.3 Tujuan Penulisan
      Segala sesuatu yang dibuat pastilah mempunyai kegunaan, begitu pula dengan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui apakah benar melakukan pranayama dengan disiplin dapat meningkatkan kesehatan.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN KONSEP
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Astangga Yoga
             Ada banyak jalan untuk mencapai kebenaran tertinggi. Jalan yang berbeda-beda itu tampaknya memiliki tujuan yang sama yaitu penyatuan Atman dan Brahman. Yoga memiliki delapan komponen yang dikenal dengan istilah astangga yoga. Delapan komponen itu adalah: yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Di dalam yogasutra adhyaya II sloka 29, menyebutkan:
Yama niyamasana asanas pranayama pratyahara dharana dhyana samadhys stavanggani”
Yang artinya: yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi, inilah semua delapan bagian ajaran yoga.( http://gtheynova.wordpress.com)
                        Kita lahir berulang kali untuk meningkatkan perkembangan evolusi jiwa. Dan masing-masing dari kita berada pada tingkat pengetahuan spritual yang berbeda pula. Semua jalan tiap rohani yang ada di dunia ini penting karena ada orang-orang yang membutuhkan ajarannya.
2.1.2 Pranayama
             Pranayama adalah pengaturan pernapasan atau pengendalian keluar masuknya nafas ke paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan energi ke seluruh tubuh. Pada saat manusia menarik nafas mengeluarkan suara So, dan saat mengeluarkan nafas berbunyi Ham. Dalam bahasa Sansekerta So berarti energi kosmik, dan Ham berarti diri sendiri (saya). Ini berarti setiap detik manusia mengingat diri dan energi kosmik.. Pranayama dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: adhama, madhyama, dan uttama (yang rendah, sedang atau yang paling tinggi). Pranayama terdiri dari: Puraka yaitu menarik nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan recaka yaitu menghembuskan nafas. Puraka, khumbaka, dan recaka dilaksankan pelan-pelan, bertahap masing-masing dalan tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada pada tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun. Pranayama bermanfaat memberi pemurnian dan cahaya pengetahuan. Dengan melakukan pranayama maka karma dari seorang yogi, yang menutupi pengetahuan untuk membedakan yang akan dihancurkan, oleh panorama keinginan magis. Jika hakekat yang bercahaya itu tertutupi maka jiwa pribadi akan diarahkan menuju kejahatan. Karma dari sang yogi yang menutupi cahaya dan membelenggunya untu mengulangi kelahiran, akan berkurang dengan latihan pranayama stiap saat hingga pada akhirnya dapat dilenyapkan.
                        Didalam pranayama, prana merupakan hal yang sangat penting. Prana ini adalah jumlah total dari daya dan kekuatan terpendam yang terdapat pada tubuh manusia, serta terdapat dimana-mana, dan bermanifestasi pada panas, cahaya, listrik, dan magnet. Atman adalah semua tenaga dan prana yang memancarkannya. Semua kekuatan fisik dan mental dapat dikategorikan sebagai prana. Prana ini merupakan dasar kekuatan pada setiap keberadaan makhluk hidup, dari makhluk hidup tertinggi sampai pada yang terendah. Apapun yang bergerak atau bekerja dan memiliki nyawa, adalah bentuk atau wujud dari prana. Akasa merupakan salah satu wujud prana, prana tersebut dihubungkan dengan pikiran dan melalui pikiran menuju kehendak kemudian melalui kehendak menuju roh individual dan melalui ini, ia akan mencapai suatu keberadaan yang tertinggi. Penaklukan prana terletak pada pengendalian gelombang kecil prana pada pikiran. Dengan dikendalikannya prana maka akan tercipta keselarasan hidup individual dengan kehidupan kosmis.
                        Prana memiliki peranan yang sangat penting dalam pikiran, bahkan prana ada pada saat pikiran tidak ada yaitu saat tertidur. Oleh sebab itu Pranavadin atau Hatha Yogin mengatakan bahwa prana tattva mengungguli manas tattva. Prana tersebut memiliki lima sub bagian yaitu: Naga, Kurma, Krikara, Devadatta, dan Dhananjaya. (http://gtheynova.wordpress.com)
                        Sedangkan Satya Nanda Saraswati (2002 : 301) menyatakan, Pranyama adalah teknik mengolah pernapasan yang baik untuk memasukkan prana sehingga tubuh selalu dalam keadaan sehat. Prana merupakan energi inti yang menghidupkan benda yang tidak bernyawa menjadi makhluk biologis yang berjiwa dan berkembang, prana lebih halus dari padaudara yang merupakan energi pokok yang ada dalam segala sesuatu di alam semesta.
                        Jadi, Pranayama merupakan teknik untuk pernapasan dalam yoga yang yang berguna untuk menyebarkan energi keseluruh tubuuh sehingga tubuh kita menjadi sehat.
2.1.3 Kesehatan
            Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan / atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan)
2.1.4 Disiplin
             Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.


2.2 Konsep
Astangga Yoga
Kesehatan Tubuh
Pranayama
Disiplin
 









Keterangan :
Astangga yoga merupakan delapan tahapan yang harus di lalui oleh seseorang jika ingin bersatu dengan Brahman. Pranayama merupakan tahapan keempat dalam Astangga Yoga, yang terpusat pada pengendalian pernapasan untuk memasukkan prana dan mengubah menjadi energi yang bermanfaat bagi tubuh. Apapun yang dilakukan dengan disiplin dan terfokus akan mampu mencapai hasil yang maksimal seperti keinginan yang melakukan, begitu pula dengan pranayama. Dengan melakukan pranayama yang disiplin maka akan diperoleh kesehatan tubuh. Jika tubuh kita sehat maka apapun yang kita lakukan terasa sangat menyenangkan. Singkatnya kesehatan tubuh adalah hal yang sangat membahagiakan.





BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pranayama untuk kesehatan
                 Langkah awal yang penting dalam mengusai asana atau mengendalikan tubuh. Latihan berikutnya adalah adalah pranayama. Sikap yang benar sangat diperlukan sekali untuk keberhasilan dalam latihan pranayama. Sikap badan yang enak dan nyaman serta bertahan dalam waktu yang lama adalah asana.
                 Dalam kitab Bhagawad Gita Bab VI-10, 11 dan 12,  nyanyian abadi Deva Krsna, anda akan menemukan uraian yang menarik tentang sikap dan tempat duduk : “Di tempat suci yang rahasia yang dibangunnya sendiri, pada tempat duduk yang mantap, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, dengan penutup kain, selembar kulit kijang hitam dan rumput kusa saling bertumpukan diatasnya, disana dengan memusatkan pikirannya, dengan pemikiran dan fungsi indra terkendalikan tetap teguh pada (sikap duduknya), ia harus melakukan yoga untuk penyucian sang diri (atma)nya, dengan menjaga tubuh, kepala dan leher tetap tegak, teguh, pandangan mantap pada titik puncak hidung, tanpa menoleh kesekelilingnya”.
                 Pranayama merupakan pengendalian prana dan daya-daya vital dari badan. Ia merupakan pengaturan pernafasan. Inilah langkah yang paling penting. Tujuan pranayam adalah mengendalikan prana. Pranayama mulai dengan pengaturan pernafasan untuk dapat mengendalikan arus daya kehidupan atau kekuatan vital di dalam. Dengan kata lain, pranyama adalah pengendalian yang sempurna terhadap arus kehidupan melalui pengendalian pernafasan. Nafas adalah wujud luar dari prana kasar. Kebiasaan yang benar dalam bernafas harus ditegakkkan dengan latihan pranayama yang teratur. Orang-orang awam nafasnya tidaklah teratur.
                 Bila anda dapat mengendalikan prana anda sepenuhnya dapat menegdalikan semua kekuatan alam semesta, mental dan fisik. Para Yogi juga dapat menegndalikan wujud kekuatan yang ada dimana-mana sebagai sumber semua energi, apakah yang berkenan dengan magnetis, listrik, gravitasi, kohesi, aliran syaraf, kekuatan vital atau getaran pikiran, pokoknya semua kekuatan dari alam semesta, fisik dan mental.
                 Bila seseorang mengendalikan nafas atau prana, pikirannya juga terkendalikan. Mereka yang telah mampu menegndalikan pikirannya juga dapat menegndalikan nafasnya. Bila yang satu ditunda, maka lainnya juga akan tertunda. Bila pikiran dan prana, keduanya dikendalikan, maka seseorang akan mendapatkan pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian akan mencapai keabadian. Ada hubungannya yang erat antara pikiran, prana dan sperma. Bila seseorang mampu mengendalikan energi seminal, pikiran dan prana juga akan ikut terkendalikan.
                 Mereka yang melatih pranayama akan mempunyai nafsu makan yang baik, penuh keceriaan, sosok yang menawan, ketangkasan, berani, antusias, kesehatan yang prima dan vitalitas serta konsentrasi pikiran yang baik. (Wibawa, 1998 : 56)
3.2 Manfaat dan Pentingnnya Pranayama
                 Dalam Muktikopanisad dinyatakan “vasana samsarik ilusori yang telah muncul melalui perbuatan dari banyak kehidupan, taka kan pernah lenyap kecuali melalui latihan Yoga selama beberapa waktu. Tak mungkin pada diri seseorang untuk menegndalikan pikiran dengan duduk terus-menerus kecuali melalui cara permufakatan”.
                 Dalam Yogattava Upanisad dinyatakan “Bagaimana mungkin jnana yang mampu memberikan moksa, timbul secara pasti tanpa melaui yoga? Bahkan yoga sekalipun menjadi tanpa daya dalam memberikan moksa bila tanpa adanya jnana. Dapat dikatakan bahwa para calon spritual harus melatih yoga dan jnana secara mantap sebelum pelepasan.
                 “Tatah ksiyate prakasavaranam – Agar kegelapan dilenyapkan  “(YogaSutra -11-52). Tamas dan rajas berfungsi sebagai penutup atau tabir. Tabir itu akan terlepas dengan melakukan pranayama. Setelah tabir terlepas, maka sifat sejati dari sang roh akan terrealisasi. Cinta dengan sendirinya adalah partikel-partikel sattvika, tetapi dibungkus oleh rajas dan tamas, ibarat api yang terbungkus asap. Tidak ada kegiatan penyucian yang lebih besar dari pranayama. Pranayama memberi pemurnian dan cahaya pengetahuan. Dengan ia melakukan pranayama maka Karma dari seorang yogi, yang menutupi penegtahuan untuk membedakan akan terhancurkan, oleh panorama keinginan magis. Kalau hakekat yang bercahaya itu tertutupi maka jiwa atau jiwa pribadi akan diarahkan menuju kejahatn. Karma dari sang Yogi yang menutupi cahaya dan membelenggu untuk mengulangi kelahiran, akan berkurang denga latihan pranayama setiap saat hingga pada akhirnya dapat dilenyapkan.
                 “Dharanasu ca yogyata manasah. Pikiran menjadi layak untuk berkonsentrasi” (Yoga Sutras. 11-53). Anda akan dapat mengkonsentrasikan pikiran secara baik, jika tabir penutup cahaya ini dilepaskan. Ibarat nyala pada tempat yang tanpa angin maka nyala itu akan tenang, begitu pula dengan pikiran ia akan tenang jika energi yang mengganggu telah dilenyapkan. Kata pranayama terkadang digunakan secara kolektif untuk penghirup nafas, penahanan nafas dan penghembusan nafas dan terkadang untuk masing-masing dari ketiganya secara terpisah. Bila prana vayu bergerak dalam akasa tatva, maka pernapasan akan berkurang. Pada saat ini akan menjadi mudah menghentikan nafas. Pranayama akan menyebabkan kecepatan pikiran perlahan akan berkurang. Itu akan memberikan sifat vairagya. (Wijaya, 2007 : 82)











BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
                 Dari pemaparan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa pranayama adalah tehnik pernapasan yang sangat berguna untuk menyeimbangkan tubuh, seimbah dalam arti yang sesungguhnya yaitu antara kebutuhan duniawi dan rohani. Hal ini akan dapat tercapai apabila kita melakukannya dengan disiplin. Pranayama merupakan tahapan keempat dalam astangga yoga. Tentu saja kalin semua tahu bahwa Astangga Yoga adalah delapan tahapan dalam yoga. Nafas adalah energi utama dan yang pertama dalam tubuh manusia. Jika tubuh kita sehat itu berarti kita sudah bernafas dengan teratur atau sesuai dengan apa yang telah disebutkan dalam Weda. Di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang lebih berharga daripada tubuh yang sehat. Pranayama adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh.















DAFTAR PUSTAKA

Prima Surya Wijaya, A.A. Ngr, 2007. Pengetahuan dan pengendalian prana (pranayama), Paramita, Surabaya
Wibawa, Made Aripta, 1998. Pengetahuan dan pengendalian prana (pranayama), Paramita, Surabaya