“MENINGKATKAN
KESEHATAN TUBUH MELALUI DISIPLIN PRANAYAMA”
Oleh
Nama
: Ni Luh Putu Juwita Dewi Novianti
NIM : 111 111 09
Semester : IVA (pagi)
Jurusan
: Pendidikan Agama Hindu
KEMENTERIAN
AGAMA
SEKOLAH
TINGGI AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
2013
KATA
PENGANTAR
Om Swastyastu
Puji
syukur tak henti-hentinya penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida
Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Asung
Wara Nugraha-Nyalah maka kami dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan
kepada kami. Adapun tugas kami ini berbentuk makalah, makalah ini berjudul
“MENINGKATKAN KESEHATAN TUBUH MELALUI DISIPLIN PRANAYAMA” telah dapat terselesaikan
tepat pada waktunya.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa banyak sekali kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat
diharapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya
atas segala sumbangsih yang telah diberikan sehingga makalah ini dapat
bermaanfaat nantinya maka kami selaku penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya.
Om Shanti, Shanti,
Shanti Om
Mataram, November 2012
Penulis
Daftar
Isi
Halaman
Judul .................................................................................................................... 1
Kata
Pengantar .................................................................................................................. 2
Daftar
Isi ............................................................................................................................ 3
BAB I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang .................................................................................................. 4
1.2
Rumusan Masalah ............................................................................................. 5
1.3
Tujuan penulisan ................................................................................................ 5
BAB II Landasan Teori dan Konsep
2.1 Landasan Teori.................................................................................................. 6
2.2
Konsep............................................................................................................... 9
BAB III Pembahasan
3.1 Pranayama untuk kesehatan............................................................................. 10
3.2 Manfaat dan Pentingnnya Pranayama .............................................................. 11
Bab IV Penutup
4.1 Simpulan......................................................................................................... 13
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman yang
semakin maju saat ini, ditandai dengan mudahnya akses teknologi dan informasi.
Segala macam kemudahan tersebut dapat dengan mudahnya di peroleh dan dengan
harga yang sangat mudah dijangkau tidak hanya untuk masyarakat perkotaan tetapi
juga sudah masuk dalam masyarakat pedesaan.
Meskipun demikian semua
itu nampaknya hanya memuaskan indria manusia hanya untuk sementara waktu.
Karena sifat manusia memanglah demikian adanya cepat menerima perubahan dan
cepat pula mengalami kebosanan dan beralih pada hal lainnya.
Manusia memiliki
kecenderungan yang entah dia sadari atau tidak takut pada sakit, mengalami
ketuaan, serta takut pada kematian. Oleh karena itu manusia selama hidupnya selalu
berupaya untuk menjaga kesehatan, karena dengan sehat maka setidaknya akan
memperlambat diri menuju ketuaan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan
melakukan Yoga.
Sejarah yoga terdapat
dalam Yoga Sutra, yang ditulis oleh Maha Rsi Patanjali. Terkadang yoga
disamakan dengan senam ataupun juga olahraga lain yang menggunakan
teknik-teknik untuk membentuk tubuh sebagai mana yang diinginkan pemiliknya.
Namun pernyataan tersebut sebenarnya sangat salah. Yoga berasal dari kata “Yuj”
yang berarti hubungan atau menuju Tuhan (menghubungkan diri dengan Tuhan).
Jadi, yoga merupakan salah satu jalan untuk memperoleh penyatuan dengan Tuhan melalui
latihan yang sangat keras dan teratur, sehingga apa yang menjadi tujuan kita
tercapai.
Dalam
Hindu terdapat tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Astangga Yoga. Astangga
Yoga artinya delapan tahapan-tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan yoga.
Adapun bagian-bagian dari Astangga Yoga yaitu Yama (pengendalian), Nyama (peraturan-peraturan),
Asana (sikap tubuh), Pranayama (latihan pernafasan), Pratyahara (menarik semua
indriya kedalam), Dharana (telah memutuskan untuk memusatkan diri dengan
Tuhan), Dhyana (mulai meditasi dan merenungkan diri serta nama Tuhan), dan
Samadhi (telah mendekatkan diri, menyatu atau kesendirian yang sempurna atau
merialisasikan diri).
Begitu
banyak pilihan yang terdapat dalam Yoga sehingga seseorang dapat memilih
tingkatan mana yang ia butuhkan atau yang cocok dia terapkan dalam
kehidupannya.
Untuk
dapat menjadi insani yang cantik luar dalam maka kita haruslah mempunyai tubuh
yang sehat dan juga otak yang tidak kosong. Agar kita memiliki pengetahuan,
maka kita haruslah belajar. Pada saat mempelajari sesuatu agar dapat memahami
maka kita haruslah fokus sehingga pada saat merealisasikannya kita tidak
keliru.
Salah
satu cara agar dapat fokus terhadap suatu hal, maka kita dapat melalukan salah
satu dari delapan tahapan yoga yaitu Pranayama. Pranayama adalah pengaturan
nafas keluar masuk paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan
prana (energi) keseluruh tubuh. Jika energi yang masuk kedalam tubuh kita bagus
serta tubuh kita juga mampu menerimanya maka sudah dapat kita pastikan kita
akan memiliki tubuh yang sehat.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian
latar belakang diatas maka masalah yang dapat dirumuskan yaitu :
1.2.1. Apakah melakukan
pranayama dengan disiplin dapat meningkatkan kesehatan ?
1.3 Tujuan Penulisan
Segala sesuatu yang dibuat pastilah mempunyai kegunaan, begitu
pula dengan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita
mengetahui apakah benar melakukan pranayama dengan disiplin dapat meningkatkan
kesehatan.
BAB
II
LANDASAN
TEORI DAN KONSEP
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Astangga Yoga
Ada banyak jalan untuk mencapai
kebenaran tertinggi. Jalan yang berbeda-beda itu tampaknya memiliki tujuan yang
sama yaitu penyatuan Atman dan Brahman. Yoga memiliki delapan komponen yang
dikenal dengan istilah astangga yoga. Delapan komponen itu adalah: yama,
niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Di dalam
yogasutra adhyaya II sloka 29, menyebutkan:
“Yama niyamasana
asanas pranayama pratyahara dharana dhyana samadhys stavanggani”
Yang artinya: yama,
niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi, inilah
semua delapan bagian ajaran yoga.( http://gtheynova.wordpress.com)
Kita
lahir berulang kali untuk meningkatkan perkembangan evolusi jiwa. Dan
masing-masing dari kita berada pada tingkat pengetahuan spritual yang berbeda
pula. Semua jalan tiap rohani yang ada di dunia ini penting karena ada
orang-orang yang membutuhkan ajarannya.
2.1.2 Pranayama
Pranayama adalah pengaturan
pernapasan atau pengendalian keluar masuknya nafas ke paru-paru melalui lubang
hidung dengan tujuan menyebarkan energi ke seluruh tubuh. Pada saat manusia
menarik nafas mengeluarkan suara So, dan saat mengeluarkan nafas
berbunyi Ham. Dalam bahasa Sansekerta So berarti energi
kosmik, dan Ham berarti diri sendiri (saya). Ini berarti setiap detik
manusia mengingat diri dan energi kosmik.. Pranayama dapat dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu: adhama, madhyama, dan uttama (yang rendah, sedang atau yang
paling tinggi). Pranayama terdiri dari: Puraka yaitu menarik nafas, Kumbhaka
yaitu menahan nafas, dan recaka yaitu menghembuskan nafas. Puraka, khumbaka,
dan recaka dilaksankan pelan-pelan, bertahap masing-masing dalan tujuh detik.
Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra
yang ada pada tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang
punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas
kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung,
vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua
mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun. Pranayama bermanfaat memberi
pemurnian dan cahaya pengetahuan. Dengan melakukan pranayama maka karma dari
seorang yogi, yang menutupi pengetahuan untuk membedakan yang akan dihancurkan,
oleh panorama keinginan magis. Jika hakekat yang bercahaya itu tertutupi maka
jiwa pribadi akan diarahkan menuju kejahatan. Karma dari sang yogi yang
menutupi cahaya dan membelenggunya untu mengulangi kelahiran, akan berkurang
dengan latihan pranayama stiap saat hingga pada akhirnya dapat dilenyapkan.
Didalam pranayama, prana
merupakan hal yang sangat penting. Prana ini adalah jumlah total dari daya dan
kekuatan terpendam yang terdapat pada tubuh manusia, serta terdapat
dimana-mana, dan bermanifestasi pada panas, cahaya, listrik, dan magnet. Atman
adalah semua tenaga dan prana yang memancarkannya. Semua kekuatan fisik dan
mental dapat dikategorikan sebagai prana. Prana ini merupakan dasar kekuatan
pada setiap keberadaan makhluk hidup, dari makhluk hidup tertinggi sampai pada
yang terendah. Apapun yang bergerak atau bekerja dan memiliki nyawa, adalah
bentuk atau wujud dari prana. Akasa merupakan salah satu wujud prana, prana
tersebut dihubungkan dengan pikiran dan melalui pikiran menuju kehendak
kemudian melalui kehendak menuju roh individual dan melalui ini, ia akan
mencapai suatu keberadaan yang tertinggi. Penaklukan prana terletak pada
pengendalian gelombang kecil prana pada pikiran. Dengan dikendalikannya prana
maka akan tercipta keselarasan hidup individual dengan kehidupan kosmis.
Prana memiliki peranan
yang sangat penting dalam pikiran, bahkan prana ada pada saat pikiran tidak ada
yaitu saat tertidur. Oleh sebab itu Pranavadin atau Hatha Yogin mengatakan
bahwa prana tattva mengungguli manas tattva. Prana tersebut memiliki lima sub
bagian yaitu: Naga, Kurma, Krikara, Devadatta, dan Dhananjaya. (http://gtheynova.wordpress.com)
Sedangkan
Satya Nanda Saraswati (2002 : 301) menyatakan, Pranyama adalah teknik mengolah
pernapasan yang baik untuk memasukkan prana sehingga tubuh selalu dalam keadaan
sehat. Prana merupakan energi inti yang menghidupkan benda yang tidak bernyawa
menjadi makhluk biologis yang berjiwa dan berkembang, prana lebih halus dari
padaudara yang merupakan energi pokok yang ada dalam segala sesuatu di alam
semesta.
Jadi,
Pranayama merupakan teknik untuk pernapasan dalam yoga yang yang berguna untuk
menyebarkan energi keseluruh tubuuh sehingga tubuh kita menjadi sehat.
2.1.3 Kesehatan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya
penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan / atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan
kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara
sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan
pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang
lain. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan)
2.1.4 Disiplin
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.
2.2 Konsep
|
Astangga Yoga
|
|
Kesehatan Tubuh
|
|
Pranayama
|
|
Disiplin
|
Keterangan
:
Astangga
yoga merupakan delapan tahapan yang harus di lalui oleh seseorang jika ingin
bersatu dengan Brahman. Pranayama merupakan tahapan keempat dalam Astangga
Yoga, yang terpusat pada pengendalian pernapasan untuk memasukkan prana dan
mengubah menjadi energi yang bermanfaat bagi tubuh. Apapun yang dilakukan
dengan disiplin dan terfokus akan mampu mencapai hasil yang maksimal seperti
keinginan yang melakukan, begitu pula dengan pranayama. Dengan melakukan
pranayama yang disiplin maka akan diperoleh kesehatan tubuh. Jika tubuh kita
sehat maka apapun yang kita lakukan terasa sangat menyenangkan. Singkatnya
kesehatan tubuh adalah hal yang sangat membahagiakan.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Pranayama untuk kesehatan
Langkah awal yang penting dalam
mengusai asana atau mengendalikan tubuh. Latihan berikutnya adalah adalah
pranayama. Sikap yang benar sangat diperlukan sekali untuk keberhasilan dalam
latihan pranayama. Sikap badan yang enak dan nyaman serta bertahan dalam waktu
yang lama adalah asana.
Dalam kitab Bhagawad Gita Bab
VI-10, 11 dan 12, nyanyian abadi Deva
Krsna, anda akan menemukan uraian yang menarik tentang sikap dan tempat duduk :
“Di tempat suci yang rahasia yang dibangunnya sendiri, pada tempat duduk yang
mantap, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, dengan penutup kain, selembar
kulit kijang hitam dan rumput kusa saling bertumpukan diatasnya, disana dengan
memusatkan pikirannya, dengan pemikiran dan fungsi indra terkendalikan tetap
teguh pada (sikap duduknya), ia harus melakukan yoga untuk penyucian sang diri
(atma)nya, dengan menjaga tubuh, kepala dan leher tetap tegak, teguh, pandangan
mantap pada titik puncak hidung, tanpa menoleh kesekelilingnya”.
Pranayama merupakan
pengendalian prana dan daya-daya vital dari badan. Ia merupakan pengaturan
pernafasan. Inilah langkah yang paling penting. Tujuan pranayam adalah
mengendalikan prana. Pranayama mulai dengan pengaturan pernafasan untuk dapat
mengendalikan arus daya kehidupan atau kekuatan vital di dalam. Dengan kata
lain, pranyama adalah pengendalian yang sempurna terhadap arus kehidupan
melalui pengendalian pernafasan. Nafas adalah wujud luar dari prana kasar.
Kebiasaan yang benar dalam bernafas harus ditegakkkan dengan latihan pranayama
yang teratur. Orang-orang awam nafasnya tidaklah teratur.
Bila anda dapat mengendalikan
prana anda sepenuhnya dapat menegdalikan semua kekuatan alam semesta, mental
dan fisik. Para Yogi juga dapat menegndalikan wujud kekuatan yang ada
dimana-mana sebagai sumber semua energi, apakah yang berkenan dengan magnetis,
listrik, gravitasi, kohesi, aliran syaraf, kekuatan vital atau getaran pikiran,
pokoknya semua kekuatan dari alam semesta, fisik dan mental.
Bila seseorang mengendalikan
nafas atau prana, pikirannya juga terkendalikan. Mereka yang telah mampu
menegndalikan pikirannya juga dapat menegndalikan nafasnya. Bila yang satu
ditunda, maka lainnya juga akan tertunda. Bila pikiran dan prana, keduanya
dikendalikan, maka seseorang akan mendapatkan pembebasan dari siklus kelahiran
dan kematian akan mencapai keabadian. Ada hubungannya yang erat antara pikiran,
prana dan sperma. Bila seseorang mampu mengendalikan energi seminal, pikiran
dan prana juga akan ikut terkendalikan.
Mereka yang melatih pranayama
akan mempunyai nafsu makan yang baik, penuh keceriaan, sosok yang menawan,
ketangkasan, berani, antusias, kesehatan yang prima dan vitalitas serta
konsentrasi pikiran yang baik. (Wibawa, 1998 : 56)
3.2 Manfaat dan Pentingnnya
Pranayama
Dalam Muktikopanisad dinyatakan
“vasana samsarik ilusori yang telah muncul melalui perbuatan dari banyak kehidupan,
taka kan pernah lenyap kecuali melalui latihan Yoga selama beberapa waktu. Tak
mungkin pada diri seseorang untuk menegndalikan pikiran dengan duduk
terus-menerus kecuali melalui cara permufakatan”.
Dalam Yogattava Upanisad
dinyatakan “Bagaimana mungkin jnana yang mampu memberikan moksa, timbul secara
pasti tanpa melaui yoga? Bahkan yoga sekalipun menjadi tanpa daya dalam
memberikan moksa bila tanpa adanya jnana. Dapat dikatakan bahwa para calon
spritual harus melatih yoga dan jnana secara mantap sebelum pelepasan.
“Tatah ksiyate prakasavaranam –
Agar kegelapan dilenyapkan “(YogaSutra
-11-52). Tamas dan rajas berfungsi sebagai penutup atau tabir. Tabir itu akan
terlepas dengan melakukan pranayama. Setelah tabir terlepas, maka sifat sejati
dari sang roh akan terrealisasi. Cinta dengan sendirinya adalah
partikel-partikel sattvika, tetapi dibungkus oleh rajas dan tamas, ibarat api
yang terbungkus asap. Tidak ada kegiatan penyucian yang lebih besar dari
pranayama. Pranayama memberi pemurnian dan cahaya pengetahuan. Dengan ia
melakukan pranayama maka Karma dari seorang yogi, yang menutupi penegtahuan
untuk membedakan akan terhancurkan, oleh panorama keinginan magis. Kalau
hakekat yang bercahaya itu tertutupi maka jiwa atau jiwa pribadi akan diarahkan
menuju kejahatn. Karma dari sang Yogi yang menutupi cahaya dan membelenggu
untuk mengulangi kelahiran, akan berkurang denga latihan pranayama setiap saat
hingga pada akhirnya dapat dilenyapkan.
“Dharanasu ca yogyata manasah.
Pikiran menjadi layak untuk berkonsentrasi” (Yoga Sutras. 11-53). Anda akan
dapat mengkonsentrasikan pikiran secara baik, jika tabir penutup cahaya ini
dilepaskan. Ibarat nyala pada tempat yang tanpa angin maka nyala itu akan
tenang, begitu pula dengan pikiran ia akan tenang jika energi yang mengganggu
telah dilenyapkan. Kata pranayama terkadang digunakan secara kolektif untuk
penghirup nafas, penahanan nafas dan penghembusan nafas dan terkadang untuk
masing-masing dari ketiganya secara terpisah. Bila prana vayu bergerak dalam
akasa tatva, maka pernapasan akan berkurang. Pada saat ini akan menjadi mudah
menghentikan nafas. Pranayama akan menyebabkan kecepatan pikiran perlahan akan
berkurang. Itu akan memberikan sifat vairagya. (Wijaya, 2007 : 82)
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Dari pemaparan diatas maka
dapat penulis simpulkan bahwa pranayama adalah tehnik pernapasan yang sangat
berguna untuk menyeimbangkan tubuh, seimbah dalam arti yang sesungguhnya yaitu
antara kebutuhan duniawi dan rohani. Hal ini akan dapat tercapai apabila kita
melakukannya dengan disiplin. Pranayama merupakan tahapan keempat dalam
astangga yoga. Tentu saja kalin semua tahu bahwa Astangga Yoga adalah delapan
tahapan dalam yoga. Nafas adalah energi utama dan yang pertama dalam tubuh
manusia. Jika tubuh kita sehat itu berarti kita sudah bernafas dengan teratur
atau sesuai dengan apa yang telah disebutkan dalam Weda. Di dunia ini tidak ada
sesuatu apapun yang lebih berharga daripada tubuh yang sehat. Pranayama adalah
salah satu dari sekian banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh.
DAFTAR
PUSTAKA
Prima Surya Wijaya, A.A. Ngr, 2007. Pengetahuan
dan pengendalian prana (pranayama), Paramita, Surabaya
Wibawa, Made Aripta, 1998. Pengetahuan
dan pengendalian prana (pranayama), Paramita, Surabaya